Penyebaran Dokter Spesialis Masih Minim

Posted in Berita

Share

MedanBisnis - Medan. Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) mengakui, keberadaan dokter spesialis di daerah sejauh ini masih minim. Khususnya di sejumlah rumah sakit (RS) tipe C. Kepala Sub Bagian Umum Dinas Kesehatan Sumut Ardi Taufik S menyatakan, mengantisipasi hal ini, pihaknya hanya dapat mendorong penyebarannya melalui program nusantara sehat dan juga penugasan khusus oleh pemerintah.

"Biasa penugasan khusus itu, berdasarkan kebutuhan, kalau dokternya kosong. Tapi kita mengakui, masih banyak daerah yang mengalami kekurangan dokter spesialis, seperti di Nias, Paluta, Palas, Madina dan daerah lainnya," katanya, Selasa (19/7) di kantornya.

Ardi mengakui, saat ini masih banyak dokter yang enggan bertugas di daerah. Salah satu yang menjadi penyebabnya, karena pendapatan yang kurang serta kesadaran tentang kesehatan lebih banyak hanya berlangsung di inti kota.
Permintaan dokter spesialis di daerah berdasarkan permintaan kabupaten/kota.

Kemudian Dinas Kesehatan Sumut mengajukannya ke Kementerian Kesehatan RI, dalam hal ini Menkes yang memberikan penempatan terhadap tugasnya.
"Usulan ke kita (Dinkes Sumut), baru kita sampaikan ke Menkes RI. Biasa Menkes yang mendistribusikannya," ujarnya kembali.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Suhelmi SpB, mengakui dokter spesialis memang masih enggan untuk melaksanakan tugas medis di daerah. Keengganan dokter spesialis tersebut lantaran status, termasuk honor yang dianggap kurang jelas.

"Misalnya, kayak kami tahun 1982 di tempatkan ke daerah status jelas, di kasih rumah tinggal. Namun tahun ini selain status tidak jelas, honor yang diterima pun tidak jelas," katanya.

Selain itu sambungnya, dokter spesialis juga mengeluhkan terkait fasilitas dalam hal pelayanan kesehatan, sehingga kesulitasn memaksimalkan pelayanan kesehatan. Karena itu, Suhelmi mengharapkan agar pemerintah daerah mau menyekolahkan putra daerah masing-masing.

"Dalam hal itu kan mereka bisa membuat perjanjian dengan dokter yang mereka sekolahkan. Tentu itu lebih memudahkan daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan," jelasnya. (rozie winata)

Web terkait

WEBSITE MANAJEMEN

 

WEBSITE ISU PRIORITAS
CHPMmrs barumanpel2mbiayakes barupenkedokk bencanakiadeskesmutupel2dii