35 Dokter Spesialis FK Unair Siap Disebar pada WKDS 2017

Posted in Berita

Share

Sebanyak 35 dari 74 dokter spesialis angkatan ke-122 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya siap menjalankan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dalam pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Telebih mereka yang akan disebar di seluruh penjuru pelosok desa terpencil dalam​ mengikuti WKDS ini, juga menyatakan rela meninggalkan keluarganya dan juga telah menyiapkan semuanya.

Salah satunya dr. Birama Robby Indra Prasta, SpOG mengaku ingin dikirim ke Papua Barat. Menurutnya selama menjalani WKDS selama satu tahun ini, Dokter ahli kandungan ini ingin memiliki pengalaman yang berarti.

"Saya ingin pilih yang jauh sekalian. Kalau ke Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur sudah pernah waktu praktik dokter umum dulu. WKDS ini sangat menyenangkan sekali," jelas Birama, Senin (25/9/2017).

Pria kelahiran Gresik 3 Februari 1985 ini setelah menjadi dokter spesialis kandungan ini, dirinya menginginkan membantu masyarakat di kawasan Papua Barat yang terkenal masih minus.

"Banyak dari masyarakat di sana melahirkan ke dukun. Saya ingin membantu untuk mengubah mindset masyarakat agar lebih menjaga kesehatan," tandas Birama.

Meski bapak satu anak ini siap menjalankan WKDS, namun hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui lokasi penyebaran dan masih menunggu surat tugas resmi dari Kemenkes.

"Menurut informasi jadwalnya akan keluar Oktober mendatang, tapi saya selalu siap kapan saja untuk terbang mengapdi. Saya juga sudah berbicara sama istri dan anak," tandas suami dari dr. Rahmaya Sinta, SpA.

Sementara itu Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Soetodjo, SpU (K), menerangkan dalam penyebaran WKDS menurut perpres Nomor 4 Tahun 2017 itu terdapat lima bidang spesialisasi yakni bedah, anak, kandungan, anastesi dan penyakit dalam.

"Itu pula yang harus dijalani 74 dokter dari 17 spesialisasi yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran Unair yang dilantik dan diambil sumpahnya pada pelantikan dokter spesilialis ke-122 di tahun 2017 ini. serta Ke-35 dokter spesialis itu diharuskan mengikuti WKDS selama setahun," terang Soetodjo.

Ia mengakui dari 30 ribu dokter spesialis yang ada saat ini memang masih terpusat di kota-kota besar. Sehingga memang diperlukan aturan yang jelas agar pemerataan distribusi sehingga kesehatan masyarakat pun bisa merata.

"Kita sosialisasikan itu kepada seluruh lulusan dokter spesialis. Karena FK Unair sendiri memang harus mendukung program pemerintah. Dan Alhamdulillah, dokter spesialis yang baru lulus terutama dari lima spesialisasi itu bersedia untuk mengabdi di daerah," jelas Soetodjo usai FK Unair itu.

Selain itu, tambahnya. Menurut amanah dari pemerintah, tiga wilayah yang akan menjadi tempat penyebaran dokter spesialis lulusan Unair diantanya, Maluku Utara, Papua Barat dan Jawa Timur.

"Kita sudah mengirimkan angkatan keempat sejak Januari 2017 lalu. Dan Alhamdulillah sekarang tidak ada kendala," tandas Soetodjo.

Ditanya mengenai masalah fasilitas yang didapat para dokter itu selama bertugas di daerah terpencil. Pemerintah dalam hal ini Kemenkes telah mengaturnya.

"Alhamdulillah lagi, Kemenkes memberikan itu dengan bekerjasama Pemkab atau Pemkot setempat dan disana sudah ada rumah tinggal, mobil dinas dan juga gaji kurang lebih 30 juta perbulan," tuturnya.

Sumber >>

Web terkait

WEBSITE MANAJEMEN

 

WEBSITE ISU PRIORITAS
CHPMmrs barumanpel2mbiayakes barupenkedokk bencanakiadeskesmutupel2dii