Operasi di Rumah Sakit Terapung Tanpa Dipungut Biaya

Posted in Berita

Share

Sumenep - Layanan kesehatan bagi warga kepulauan yang dirujuk ke Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis.

"Pasien-pasien yang ditangani di rumah sakit terapung ini gratis tis. Pasien yang harus menjalani tindakan medis berupa operasi di rumah sakit terapung ini tidak akan dipungut biaya," kata Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga, DR dr Christrijogo Sumartono.

Pada Senin (20/11/2017), Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang dikelola Yayasan Ksatria Medika Airlangga, resmi dilepas Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dari Pelabuhan Kalianget. Rumah sakit terapung tersebut akan melayani pasien-pasien rujukan di wilayah kepulauan Sumenep.

"Pada tahap awal, semua biaya di rumah sakit terapung ini didanai Yayasan. Tahap berikutnya, pemerintah daerah sudah siap untuk memfasilitasi dengan jamkesda. Yang penting pasien tetap tidak dibebani biaya," terangnya.

Rumah sakit terapung Ksatria Airlangga milik Yayasan Ksatria Medika Airlangga tersebut digagas sejak November 2015. Dana pengadaan rumah sakit terapung murni berasal dari alumni mahasiswa kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, tanpa campur tangan dana pemerintah.

Rumah sakit terapung Ksatria Airlangga bersemboyan 'Mengarungi Samudera, menyelamatkan anak bangsa'. Kapal tersebut siap untuk berlayar ke pulau-pulau di Kabupaten Sumenep. Rute terjauh yang direncanakan untuk dikunjungi adalah Pulau Kangean.

Dokter yang dilibatkan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit terapung itu yakni dokter spesialis anastesi 3 orang, dokter spesialis bedah 2 orang, dokter spesaial THT 1 orang, dokter spesialis kandungan 1 orang, dan dokter spesialis mata 4 orang. Selain itu, juga ada 11 dokter umum dan 6 perawat.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni mengaku sangat mengapresiasi keberadaan rumah sakit terapung. Menurutnya, itu adalah jawaban dari program pemerintah untuk pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan.

"Di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, misalnya. Kasus yang ditemukan di sana, misal mata katarak, ada 160 lebih yang perlu ditangani cepat. Nah, ini nanti bisa dilayani di rumah sakit terapung," paparnya.

Ia berharap agar 'base camp' rumah sakit terapung ada di Pelabuhan Kalianget untuk memudahkan koordinasi. "Kami dari pemerintah daerah siap untuk membantu sepenuhnya kebutuhan rumah sakit terapung. Karena itu, akan lebih nyaman kalau 'base camp' nya di kalianget," ungkapnya.

Menurut Fatoni, untuk pasien-pasien rujukan yang ditangani rumah sakit terapung 'Ksatria Airlangga', pihaknya siap untuk memfasilitasi pembiayaan melalui jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

"Rumah sakit terapung ini bagian dari rumah sakit daerah dr Soetomo Surabaya. Kebetulan Pemkab Sumenep memang sudah punya MoU dengan dr Soetomo. Karena itu, kami akan membiayai pasien-pasien melalui jamkesda," ungkapnya.

Kabupaten Sumenep memiliki 126 pulau. 48 diantaranya merupakan pulau berpenghuni. Secara administratif, Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan. 9 kecamatan diantaranya merupakan kecamatan kepulauan.


Sumber: http://beritajatim.com/

Web terkait

WEBSITE MANAJEMEN

 

WEBSITE ISU PRIORITAS
CHPMmrs barumanpel2mbiayakes barupenkedokk bencanakiadeskesmutupel2dii