Pengungsi Gunung Agung Mulai Keluhkan Beberapa Penyakit

Posted in Berita

Share

Karangasem - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali memeriksa para pengungsi yang berada di Balai Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Kebanyakan para pengungsi dari Desa Duda Utara Kecamatan Selat, Karangasem ini mengalami depresi, gangguan tekanan darah dan penyakit kulit.

"Kita sudah keliling di beberapa lokasi. Kebanyakan tekanan darah tinggi karena depresi dan ada juga yang kena penyakit kulit," ujar perawat di Bid Dokkes Polda Bali, Bripda Ni Wayan Sugi Astari, kepada detikcom, Selasa (28/11/2017).

Kedatangan Bid Dokkes Polda Bali ini sebenarnya hanya untuk mengecek anggota polisi dari Polda Bali yang bertugas di lapangan. Namun karena empati, mereka juga memeriksa beberapa pengungsi yang ada di sekitar pos pengamanan pihak kepolisian.

"Kita lakukan di Tanah Ampo, dan beberapa lokasi termasuk di Yeh Malet ini," tambahnya.

Tak hanya memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, Bid Dokkes Polda Bali juga memberikan obat-obatan untuk pengungsi yang sakit.

"Tak hanya kita periksa. Kita juga berikan obat untuk para pengungsi," ujar dokter Ketut Sukadani, salah satu dokter yang memeriksa kesehatan para pengungsi.

Dokter Ketut menambahkan, saat ini pemeriksaan untuk para pengungsi ini dilakukan oleh beberapa pihak. Termasuk rumah sakit Bhayangkara, Bali dan beberapa puskesmas serta rumah sakit di Karangasem. Namun sayang, obat-obatan untuk para pengungsi ini masih belum memadai.

"Kita hanya beri beberapa saja untuk yang sakit. Kita ingin nya full memberikan obat. Tapi karena terbatas ya tidak bisa. Antibiotik harus kita berikan maksimal," tambahnya.

Sementara itu, Wayan Sumerta (56) mengeluhkan kepalanya yang sering pusing beberapa hari ini. Wayan diperiksa alat pendeteksi tensi darah dan stetoskop. "Agak pusing kepala. Susah dua hari ini pusing," ujarnya.


-- https://news.detik.com/ --

Web terkait

WEBSITE MANAJEMEN

 

WEBSITE ISU PRIORITAS
CHPMmrs barumanpel2mbiayakes barupenkedokk bencanakiadeskesmutupel2dii