Kondisi Geografis menjadi Faktor Minimnya Akses Kesehatan Masyarakat Daerah Terpencil

Posted in Pengantar Mingguan

TerpencilGeografis

Kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat di daerah terpencil dapat terbilang masih kurang jika dibandingkan oleh masyarakat di daerah perkotaan. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor jarak yang jauh, waktu tempuh yang lama dan keberadaan dokter spesialis maupun dokter umum. Pada jurnal ini akan lebih dibahas, bagaimana pengaruh kondisi geografis terhadap akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil.

Selengkapnya, simak disini

Keuntungan dari Kemudahan Akses terhadap Alat Transportasi di Daerah Terpencil

Posted in Pengantar Mingguan

bus driver 762

Daerah terpencil sering dihubungkan dengan kondisi geografisnya yang susah dijangkau. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat enggan mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Akses terhadap alat transportasi pada kondisi geografis di daerah terpencil merupakan hal yang penting. Pada jurnal ini disebutkan bahwa kemudahan akses terhadap alat transportasi mampu meningkatkan pemanfataan fasilitas pelayanan kesehatan.

Selengkapnya, klik disini

Pentingnya Partisipasi Relawan di Daerah Terpencil dalam Perawatan Paliatif

Posted in Pengantar Mingguan

palliatuve-care

Tenaga kesehatan yang berada di daerah terpencil memiliki banyak tanggung jawab. Salah satunya adalah melakukan perawatan paliatif- yaitu perawatan untuk pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa. Namun, karena segala macam keterbatasan yang ada di daerah terpencil, tentu kehadiran relawan akan dapat membantu memberikan "pelayanan ekstra" untuk pasien paliatif. Pelayanan ekstra yang dimaksud salah satunya adalah dukungan psikis yang mungkin saja terlewatkan oleh tenaga medis. Jurnal ini memaparkan faktor apa saja yang mendasari pentingnya kehadiran relawan di daerah terpencil untuk membantu perawatan paliatif.

Selengkapnya, simak disini

Web terkait

WEBSITE MANAJEMEN

 

WEBSITE ISU PRIORITAS
CHPMmrs barumanpel2mbiayakes barupenkedokk bencanakiadeskesmutupel2dii