Implementasi Rekomendasi WHO untuk Retensi Tenaga Kesehatan di Daerah Rural

Posted in Pengantar Mingguan

 

http://api.ning.com/files/-6ycsZYvauJ9MvhmeGsKTDAVWT1tTABMZOFEuG*4eLgxEKVpRek9mp2h72Kw3DB6a1AdY3arXFRsmjK5zyoWv2yADGWCkm9M/RuralMedicine.png

Retensi tenaga kesehatan di daerah rural sudah menjadi masalah umum yang terjadi di berbagai belahan dunia. Rendahnya akses tenaga kesehatan di daerah rural dan terpencil menyebabkan tingginya mortalitas di daerah-daerah tersebut. Untuk itu pada tahun 2010 WHO melihat permasalahan ini dan menyusun rekomendasi untuk mengatasi maldistribusi tenaga kesehatan di daerah rural. Dua negara dunia, Lao dan Afrika Selatan, telah mengadopsi rekomendasi WHO dan menganalisis hasil implementasi tersebut. Untuk selengkapnya silakan


Masa Depan Dokter Keluarga dan Implikasinya untuk Penyediaan Dokter Layanan Primer Rural

Posted in Pengantar Mingguan

DokterRuralIndonesia.net - Idealnya di Indonesia per 100.000 penduduk dibutuhkan 40 dokter. Namun pada kenyataannya, ada 20-30 dokter di satu kabupaten/kota dengan beberapa puskesmas di wilayah sangat terpencil tidak ada dokter. Hal ini akan berdampak pada keterbatasan pelayanan kesehatan yang dapat ditangani di pelayanan primer di daerah. Di Indonesia, ada upaya pemerintah untuk peningkatan kompetensi dokter di pelayanan primer melalui program pendidikan khusus Dokter Layanan Primer (DLP) / Dokter Keluarga yang akan setara dengan spesialis bagi 9.600 dokter umum (info lanjut tentang dokter layanan primer klik di sini). Melalui program kementerian kesehatan tersebut, diharapkan 60-70 persen upaya pelayanan primer melakukan pencegahan rujukan karena penyakit dapat teratasi di sana. Terkait dengan program tersebut, Rural Health Research & Policy Center berpusat di University of Washington pernah mengadakan studi mengenai masa depan dokter keluarga dan implikasinya untuk penyediaan dokter layanan primer rural.

 

Selengkapnya silahkan klik di sini  

Web terkait

WEBSITE MANAJEMEN

 

WEBSITE ISU PRIORITAS
CHPMmrs barumanpel2mbiayakes barupenkedokk bencanakiadeskesmutupel2dii