Warga Pelosok Jabar Butuh Dokter Spesialis

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Bandung - Warga di berbagai peloksok di Jawa Barat masih kurang mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Salah satunya adalah keberadaan dokter spesialis agar berbagai penyakit yang dialami warga di kawasan pelosok dapat disembuhkan.

Calon gubernur Jawa Barat, Tb Hasanuddin menyatakan bahwa pemberian pelayanan kesehatan itu akan menjadi salah satu program utama dirinya jika terpilih pada Pemilihan Gubernu (Pilgub) Jabar nanti. Pria yang akrab disapa Kang Hasan itu pun menyatakan akan menyiapkan dokter spesialis di kawasan pelosok Jabar.

Keberadaan dokter spesialis itu dirasakan penting agar setiap warga Jabar terjamin kesehatannya dan bisa merasakan kehadiran negara. Menurut Kang Hasan, kenyataan saat ini adalah tenaga medis, khususnya dokter spesialis, di peloksok masih sangat kurang. Karena itu, dengan program Jabar Cageur, pihaknya akan memberikan insentif kepada dokter spesialis agar mau bertugas di peloksok.

“Kami akan menerbitkan Kartu Jabar Cageur. Ini akan diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu atau rakyat miskin, sehingga tepat sasaran,” ujar Kang Hasan saat mengunjungi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Selasa (15/5).

Sebelumnya, kementerian kesehatan mengakui bahwa jumlah dokter spesialis di daerah masih sangat kurang. Saat ini dibutuhkan ribuan dokter spesialis untuk dikirim ke daerah. Kendala utama yang membuat jumlah dokter spesialis minim adalah gaji yang kecil. Mereka enggan ditugaskan di daerah dengan gaji yang kecil, karena uang yang dikeluarkan untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis sangat besar.

“Memang banyak dokter spesialis yang tidak mau datang ke daerah. Makanya, kami akan memberikan insentif sebesar Rp 20 juta per dokter per bulan,” ujar Kang Hasan. Mantan anggota Komisi I DPR itu menjelaskan, Kartu Jabar Cageur akan mempermudah masyarakat mendapat akses berobat dari penyakit ringan hingga penyakit berat dan akan dilayani dengan baik. Pelayanan kesehatan prima, ujarnya, harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Oleh karena itu, selain tentang dokter spesialis, pasangan Hasanah akan membangun empat rumah sakit rujukan provinsi, yang tersebar di wilayah strategis dan menjangkau seluruh masyarakat Jawa Barat. “Selama ini, Jawa Barat cuma memiliki satu rumah sakit rujukan. Kami akan menambahkan jumlahnya menjadi empat, yakni 4 di wilayah timur, selatan, barat, dan utara," katanya.

Selain itu, fasilitas kesehatan di daerah juga akan terus ditingkatkan, seperti fasilitas ruang rawat inap baru bagi 1.050 puskesmas yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Sehingga, ujar Kang Hasan, masyarakat yang berada di plosok tidak harus pergi ke rumah sakit daerah. "Kalau penyakitnya sangat berat dan puskesmas tidak bisa menangani, baru dibawa ke rumah sakit rujukan provinsi,” ujarnya.


-- http://www.beritasatu.com/nasional/492571-warga-pelosok-jabar-butuh-dokter-spesialis.html --

Copyright © 2018 Dokter Rural Indonesia.

Search