Kisah Amalia, Dokter Berhati Malaikat yang Berjuang di Pedalaman Papua

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Amalia Usmaianti, namanya mungkin masih asing. Namun, baru-baru ini sosoknya telah mencuri perhatian warganet. Amalia yang berprofesi sebagai dokter ini bertugas sebagai tenaga medis di pedalaman Boven Digoel, Papua.

Dokter muda lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini mencuri mampu menjadi sorotan publik usai membagikan kisahnya berjuang menjadi tenaga medis di pedalaman Papua.

Tentu banyak rintangan yang dihadapi Amalia. Melalui laman Facebook-nya, dokter Amalia membagikan kisahnya ketika dirinya harus membawa pasien dengan jarak tempuh 16 km menggunakan tandu.

"Saya beri terapi di tengah jalan. Pasien masih di bopong berjalan, 400 meteran jalan, pingsang, kami membuat tandu untuk mengangkat pasien. Mau kembali ke puskesmas jarak lebih jauh dan hari mulai gelap, takut kemalaman dan banyak ular. Jadi kami lanjut ke desa Tembutka," cerita yang ditulis dokter Amalia.

Tak hanya menceritakan pengalamannya memberikan penanganan medis, dia juga kerap membagikan foto-foto keterbatasan masyarakat di pedalaman Papua. Terlebih lagi ketika mereka dalam kondisi sakit dan butuh penanganan medis.

Dokter Amalia nyatanya telah ditugaskan di pedalaman Papua sejak Mei 2017. Sejak saat itulah dia kerap membagikan kisah bagaimana penanganan medis di lapangan yang tentunya tak mudah untuk dijalani.

"Saya rasa kami hanyalah perantara agar desa tersebut dapat dilihat oleh dunia luar. Bahwa masih ada tempat yang ditinggali masyarakat Indonesia yang jauh dari kita, jauh dari alat komunikasi yang belum ada listrik, sinyal radio, dsb," tulis wanita 28 tahun itu menceritakan berbagai keterbatasan di sana.

Kisahnya ini sontak saja menjadi viral di jejaring sosial. Tak sedikit yang takjub dan salut dengan pengabdiannya. Tak sedikit pula yang mendoakan Amalia berkat pengorbanan yang telah dirinya lakukan.


Sumber: https://www.liputan6.com/ 

Copyright © 2018 Dokter Rural Indonesia.

Search