Hari Kesehatan Sedunia, Intip Perjuangan Perawat di Wilayah Terpencil

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Indonesia memiliki wilayah negara yang sangat luas. Ini menjadi tantangan bagi siapapun pemimpin dan pemerintah daerah dalam memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.

Sesuai tema Hari Kesehatan Sedunia tahun 2018, Universal Health Coverage, layanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil 3T (terdepan, terluar, tertinggal) harus jadi perhatian semua pihak.

Perjuangan tenaga kesehatan di wilayah ini tentu tak mudah, baik dokter ataupun perawat. Hal ini masih menjadi tantangan untuk memperjuangkam akses layanan bagi masyarakat di sana.

"Saat saya melakukan riset di Kalimantan Timur dan pulau 3T, saya melihat perawat punya peran besar untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi," tegas Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agus Setiawan kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Secara nasional, kata Iwan, sapaannya, Angka Kematian Ibu dan Bayi memang turun, akan tetapi terjadi disparitas yang sangat tinggi. Ada angka-angka di daerah terpencil 3T angka kematian Ibu dan Bayi masih tinggi.

"Ini karena akses masyarakat di sana masih susah. Ke puskesmas saja misalnya oke gratis, tetapi akses ke sama harus sewa boat bayar Rp 750 ribu. Ada perawat pun tugas di desa," ujar Iwan.

Karena itu, di DKI Jakarta saat ini mewacanakan 1 RW 1 perawat. Ada pula program di Sulawesi Tenggara di mana 1 desa 1 perawat.

"Kami sudah punya nursing center sebagai pilot project juga di Depok. Sehingga perawat turun ke rumah-rumah mengecek keluarga berisiko secara kesehatan dengan melihat petanya," papar Iwan.

Sebab, lanjutnya, perawat tak bisa hanya berpangku tangan menunggu pasien datang ke Puskesmas. Akan tetapi perawat juga harus menjangkau masyarakat agar angka kunjungan pasien ke Puskesmas karena sakit bisa ditekan.

Perjuangan perawat di daerah terpencil juga seringkali melatih masyarakat menjadi kader kesehatan menolong warga yang sakit. Jikapun ada dokter, itupun tak setiap hari.

"Maka kami mendorong perawat Indonesia untuk berperan serta mendukung Universal Health Coverage dalam tantangan ketimpangan distribusi tenaga yang masih terjadi tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin secara berkualitas," tegas Iwan.


Source: https://www.jawapos.com/


 

Copyright © 2018 Dokter Rural Indonesia.

Search